Daun pisang? Kata tersebut terdengar cukup sepele, bahkan ada juga yang beranggapan apakah di luar negeri tidak ada pohon pisang? Nah disini perlu diketahui bahwa daun pisang memang memiliki beragam manfaat, seperti untuk mengobati disentri, menurunkan panas, mengatasi sakit tenggorokan dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Bagi kalian yang memiliki jiwa bisnis, menjual daun pisang ke luar negeri seperti ke Jepang atau negara lainnya, ini bisa menjadi peluang besar. Terlebih lagi kabarnya harga daun pisang ini bisa mencapai angka Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per paket. Padahal per paket hanya berisi 5 lembar saja. Berbanding terbalik dengan di Indonesia, dimana per lembar hanya dihargai senilai Rp 1000 atau Rp 5000 jika per paket. Nominal harga daun pisang yang dijual ke luar negeri tersebut tentu sangat menggiurkan bukan?

Nah jika kalian berminat untuk menjual daun pisang ke luar negeri, kalian tentu harus mengetahui apa saja hal-hal yang diperlukan untuk melakukan proses ekspor daun pisang ke luar negeri dan bagaimana prosedur yang benar.

Manfaat Daun Pisang
Sebelum kita berlanjut ke pembahasan utama mengenai bagaimana cara menjual daun pisang ke luar negeri. Pertama kalian bisa mengetahui lebih dulu apa manfaat dari daun pisang ini. Di Indonesia sendiri daun pisang dapat digunakan sebagai daun pembungkus tempe atau aneka jajanan tradisional. Bagi yang bertempat tinggal di daerah Jawa, kalian mungkin sudah mengetahui betul manfaat daun pisang tersebut. Namun perlu diketahui bahwa ada beberapa manfaat lain yang baik untuk kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut.

Sebagai obat menurunkan panas
Mengatasi disentri
Mengobati sakit tenggorokan
Pembungkus makanan
Bahan kerajinan tangan
Peluang Ekspor Daun Pisang ke Luar Negeri

Perlu diketahui bahwa nilai dan volume ekspor untuk produk Hortikultura di luar negeri khususnya pisang memang semakin meningkat di Indonesia. Dengan meningkatnya konsumsi pisang di negara Jepang, hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia. Walaupun Indonesia sendiri menempati posisi ke 10 dalam hal importir komoditi pisang ke luar negeri, namun saat ini Indonesia sedang berusaha untuk menambah pasokan buah tersebut yang nantinya dikirim ke Jepang.

Bahkan pihak Pemerintah sendiri terus meningkatkan jumlah produksi buah pisang hingga 10.000 TON setiap tahunnya, 10 kali lipat dari produksi sebelumnya yang hanya 1.000 TON saja. Sementara untuk daun pisang sendiri mungkin bisa menjadi peluang ekspor yang kami rasa cukup menjanjikan.

Harga Jual Ekspor Daun Pisang ke Luar Negeri
Membahas mengenai cara menjual daun pisang ke luar negeri, penting diketahui bahwa seperti sudah dijelaskan diatas dimana daun pisang yang diekspor ke luar negeri ini memiliki harga yang cukup tinggi, yakni berkisar Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per paket. Per paket daun pisang sendiri biasanya berisi 5 lembar. Inilah yang menjadikan banyak orang yang berminat menjadi eksportir daun pisang ke luar negeri. Akan tetapi ketahui dulu bahwa ada beberapa syarat dan juga prosedur cara menjual daun pisang yang wajib kalian ketahui.

Syarat & Cara Menjual Daun Pisang ke Luar Negeri
Syarat Cara Menjual Daun Pisang ke Luar Negeri
Sampailah kita di pembahasan utama mengenai cara menjual daun pisang ke luar negeri. Penting diketahui bahwa ada beberapa poin penting dalam proses ekspor barang ke luar negeri. Adapun poin-poin penting tersebut meliputi syarat dan juga cara yang bisa langsung kalian simak di bawah ini.

1. Telah Menemukan Pembeli
Sebelum kalian menjual barang ke luar negeri, kalian tentu harus sudah mendapatkan pembeli yang cocok. Contohnya, jika kalian ingin menjual daun pisang ke Jepang atau negara lainnya, kalian harus memiliki pembeli atau importir terlebih dulu. Setelah itu baru bisa melakukan perjanjian kesepakatan atau MOU jual beli dengan importir tersebut.

2. Memiliki Izin Usaha dan Izin Ekspor Barang
Setelah mendapatkan pembeli yang cocok, berikutnya pastikan bahwa kalian sudah memiliki izin usaha dan juga izin ekspor barang. Pastikan memiliki CV dan buat legalitas untuk ekspor terhadap komoditas yang akan dijual.

3. Menyewa Legalitas Ekspor Perusahaan Tertentu
Apabila kalian masih belum memiliki legalitas ekspor, kalian bisa mencari perusahaan lain yang menyewakan jasa legalitas ekspor, proses ini biasanya dinamakan undername.

4. Memiliki Partner Forwarder
Cari juga forwarder atau partner perusahaan ekspor impor yang tepat. Adapun kriteria nya adalah perusahaan tersebut sudah berdiri kurang lebih 5 tahun.

5. Tentukan Layanan Pengiriman
Cara terakhir adalah dengan menentukan layanan pengiriman yang digunakan untuk mengekspor. Disini ada 3 jenis pengiriman ekspor, yakni port to port, door to door dan lainnya. Untuk pengiriman port to port biasanya pihak yang bertanggung jawab dimulai dari pelabuhan tempat pemberangkatan hingga pelabuhan negara tujuan. Sedangkan pengantaran dari gudang di dalam negeri merupakan tanggung jawab kalian. Setibanya di pelabuhan tujuan, pengeluaran barang menjadi tanggung jawab pihak importir atau pembeli. Lalu untuk pengiriman ekspor door to door yakni pengiriman mulai dari pick up di gudang lalu dikirim ke gudang pembeli di luar negeri.

Kesimpulan
Menarik kesimpulan dari pembahasan diatas mengenai cara menjual daun pisang ke luar negeri. Disini bisa kami simpulkan bahwa komoditi ini bisa menjadi peluang usaha yang bisa kalian coba. Disamping banyak sekali ditemukan pohon pisang di seluruh wilayah Indonesia, peluang seperti ini tentu menjadi salah satu yang paling tepat. Akan tetapi kalian harus mengetahui lebih dulu apa saja syarat serta cara yang harus dilakukan untuk menjadi seorang eksportir.

Sumber : www.myjourney.id

 

Buka Chat
1
Butuh Bantuan?
Manggurebe Ekspor
Hai Sahabat Ekspor, ada yang bisa kami bantu?